Studi kasus
Dari 32 hari menjadi 6 hari tutup buku di pabrik komponen otomotif
Perusahaan manufaktur dengan tiga lini produksi yang laporan bulanannya selalu terlambat dan harga pokoknya tidak pernah bisa dipercaya.
6 hari
tutup buku, sebelumnya 32 hari
3 lini
harga pokok terbaca per lini produk
0
selisih persediaan pada stok opname terakhir
11 bulan
berjalan stabil tanpa keterlambatan
Kondisi awal
Yang kami temukan saat masuk
Laporan bulanan selesai rata rata 32 hari setelah akhir bulan, harga pokok produksi dihitung manual di spreadsheet terpisah, dan selisih persediaan berulang setiap kuartal tanpa pernah tuntas ditelusuri.
Penanganan
Yang kami kerjakan
- Menyusun ulang bagan akun mengikuti lini produk dan pusat biaya
- Menghubungkan pencatatan produksi ke sistem akuntansi
- Membangun prosedur stok opname bulanan yang ringkas
- Melatih tim produksi mencatat pemakaian bahan secara harian
- Mendampingi tiga siklus tutup buku pertama
Ketika kami masuk, tim keuangan sudah bekerja lembur setiap awal bulan namun laporan tetap selesai di minggu kelima. Persoalannya bukan pada kerajinan tim, melainkan pada alur data yang menuntut entri ulang di tiga tempat berbeda.
Setelah alur produksi dihubungkan langsung ke sistem akuntansi dan bagan akun disusun ulang mengikuti lini produk, waktu tutup buku turun drastis dan harga pokok per produk akhirnya bisa dibaca manajemen setiap bulan.
